dimana hati ini mestinya disandarkan?
kian lama kian memberontak
lalu sesak, bergejolak relung jiwa
dihadapkan pada suatu masalah tak berujung
lalu tak tahu apa yang harus ku perbuat
berteriak, lari, lalu menangis dalam-dalam
isak kemudian berhenti
kutemukan sebuah lilin kecil di tengah redupnya rasa ini
lalu sepercik cahaya yang menyilaukan
seolah datang menghampiri
sekelebat bayanganmu hilang
tak tentu arah
hilang, lalu datang, lalu hilang lagi
pergi ke arahku, lalu ke arahnya
ingin ku menangkap cahayanya
lalu kudekap dan tak ingin kulepas
apa daya
tangan tak sampai
tak bisa merengkuhnya
si lilin tetap bercahaya
tapi tak bisa menyadari sekelilingnya
ia tetap kesana kemari tanpa beban
tanpa merasakan
tanpa tahu siapa yang berusaha meraihnya
disini aku butuh
namun terus pergi ke arahnya
tanpa menoleh ke belakang
pergi tanpa pesan. .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar